Kapolda Riau Gaungkan Polisi sebagai Penjaga Peradaban di Wisuda dan Dies Natalis ke-80 STIK Polri

Jakarta-Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Green Policing: Polisi sebagai Penjaga Peradaban” pada Dies Natalis ke-80 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Dalam forum akademik yang mengusung tema “Pemolisian Demokrasi dan Reformasi Kultural untuk Meraih Kepercayaan Publik di Era Digital” tersebut, Kapolda Riau menawarkan Green Policing sebagai gagasan pengembangan pemolisian masa depan yang tidak lagi hanya berorientasi pada keamanan negara dan keamanan manusia, tetapi juga keamanan ekologis sebagai fondasi keberlanjutan peradaban.

Orasi tersebut disampaikan di hadapan pimpinan Polri, guru besar, civitas akademika STIK, serta para wisudawan. Dalam momen tersebut, Irjen Herry menegaskan bahwa institusi kepolisian tidak dapat lagi memandang ancaman keamanan hanya dalam kerangka konvensional.

Menurut peraih gelar doktor dari STIK tersebut, perubahan iklim, kerusakan lingkungan, kebakaran hutan dan lahan, pencemaran sungai, hingga hilangnya keanekaragaman hayati telah berkembang menjadi ancaman nyata terhadap kehidupan manusia dan stabilitas sosial.

“Green Policing adalah evolusi dari gagasan keamanan itu sendiri. Dari state security yang melindungi negara, menuju human security yang melindungi manusia, dan kini berkembang menuju ecological security yang melindungi peradaban, manusia, dan alam secara bersamaan,” ujar Kapolda dalam orasinya.

Irjen Herry menjelaskan, pengalaman bertugas di Riau memberikan pelajaran langsung mengenai kompleksitas ancaman ekologis.

Provinsi Riau yang memiliki salah satu ekosistem gambut terbesar di dunia juga menghadapi berbagai persoalan lingkungan, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, perambahan kawasan hutan, pembalakan liar, perburuan satwa dilindungi, pencemaran sungai, hingga pertambangan tanpa izin.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut perubahan paradigma kepolisian. Polisi tidak cukup hanya hadir setelah kejahatan atau bencana terjadi, tetapi harus mampu membaca berbagai indikator lingkungan sebagai bagian dari sistem deteksi dini keamanan.

“Angka kelembapan gambut bisa menjadi sinyal keamanan. Perubahan vegetasi dapat menjadi indikator risiko. Data ekologis harus dipandang sama pentingnya dengan data kriminal,” kata lulusan Akpol 1996 itu.

Kapolda Riau memetakan Green Policing ke dalam tiga pilar utama. Pertama, pendekatan preventif melalui pembangunan kesadaran kolektif dan literasi ekologis masyarakat, antara lain melalui Satkamling Hijau, pendidikan lingkungan di sekolah, kampanye publik, serta penguatan kapasitas anggota Polri.

Kedua, pendekatan represif melalui penguatan penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan seperti karhutla, pertambangan ilegal, perambahan hutan, serta penelusuran aktor ekonomi di balik kejahatan ekologis.

Ketiga, pendekatan restoratif melalui berbagai program pemulihan lingkungan seperti reboisasi, rehabilitasi daerah aliran sungai, pembangunan sekat kanal, hingga program Tabung Harmoni Hijau.

Ia juga menyoroti Program JALUR (Jelajah Riau untuk Rakyat) sebagai salah satu implementasi konkret Green Policing.

Program tersebut menempatkan sungai sebagai ruang hidup yang harus dijaga secara terpadu melalui kolaborasi lintas sektor dengan menghadirkan layanan kesehatan, pendidikan, edukasi lingkungan, serta penguatan hubungan sosial masyarakat di sepanjang daerah aliran sungai.

Dalam perspektif yang lebih luas, Green Policing diposisikan bukan sekadar sebagai inovasi kelembagaan, melainkan sebagai kontrak sosial baru antara polisi, masyarakat, dan lingkungan hidup.

Karena itu, ia menilai masa depan institusi kepolisian akan sangat ditentukan oleh kemampuannya bertransformasi menjadi eco-stewards atau penjaga keberlanjutan ekologis.

“Ancaman terbesar terhadap stabilitas sosial di masa depan lahir dari kerusakan ekologis. Karena itu polisi harus hadir sebagai penjaga syarat-syarat keberlangsungan kehidupan sebelum gangguan itu lahir,” ujarnya.

Mengakhiri orasinya, Kapolda menegaskan bahwa menjaga lingkungan pada hakikatnya adalah menjaga masa depan umat manusia.

Menurutnya, apabila polisi mampu berada di garis depan perjuangan tersebut, maka peran kepolisian tidak lagi sekadar sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penjaga peradaban.

“Melindungi lingkungan adalah melindungi masa depan kemanusiaan. Jika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita. Dan bila polisi mampu berdiri di garis depan perjuangan itu, maka polisi bukan sekadar penegak hukum. Ia adalah penjaga peradaban,” urainya.

Ia menambahkan, gagasan Green Policing yang dikembangkan Polda Riau tersebut merupakan elaborasi atas konsep Presisi yang digagas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Melalui pendekatan tersebut, kepolisian tidak hanya diposisikan sebagai penjaga keamanan dan penegak hukum, tetapi juga sebagai institusi yang berperan menjaga keberlanjutan lingkungan serta masa depan peradaban,” demikian Kapolda Riau. []

  • Related Posts

    Di Balik Ramainya Pasar Keyabi Nduga, Senyum Mama Papua dan Polwan Damai Cartenz Rajut Rasa Aman dan Nyaman

    Nduga, Papua Pegunungan – Di tengah aktivitas jual beli yang berlangsung hangat dan penuh keakraban, Pasar Keyabi di Kabupaten Nduga menjadi gambaran nyata bahwa roda perekonomian masyarakat Papua Pegunungan terus…

    Lahirkan Pemimpin Polri Masa Depan, STIK Wisuda 289 Lulusan S1, S2, dan Doktor Ilmu Kepolisian

    Jakarta – Polri terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan tinggi kepolisian. Hal tersebut ditegaskan dalam kegiatan Wisuda Mahasiswa Program S1 Angkatan ke-83, S2 Angkatan ke-14, dan Program…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Di Balik Ramainya Pasar Keyabi Nduga, Senyum Mama Papua dan Polwan Damai Cartenz Rajut Rasa Aman dan Nyaman

    • By admin
    • Juni 17, 2026
    • 5 views
    Di Balik Ramainya Pasar Keyabi Nduga, Senyum Mama Papua dan Polwan Damai Cartenz Rajut Rasa Aman dan Nyaman

    Kapolda Riau Gaungkan Polisi sebagai Penjaga Peradaban di Wisuda dan Dies Natalis ke-80 STIK Polri

    • By admin
    • Juni 17, 2026
    • 7 views
    Kapolda Riau Gaungkan Polisi sebagai Penjaga Peradaban di Wisuda dan Dies Natalis ke-80 STIK Polri

    Lahirkan Pemimpin Polri Masa Depan, STIK Wisuda 289 Lulusan S1, S2, dan Doktor Ilmu Kepolisian

    • By admin
    • Juni 17, 2026
    • 4 views
    Lahirkan Pemimpin Polri Masa Depan, STIK Wisuda 289 Lulusan S1, S2, dan Doktor Ilmu Kepolisian

    Mekanisme Keadilan Restorative Satreskrim Polres Bengkulu Utara, Hadirkan Kembali Senyum dan Kebersamaan Keluarga

    • By admin
    • Juni 17, 2026
    • 9 views
    Mekanisme Keadilan Restorative Satreskrim Polres Bengkulu Utara, Hadirkan Kembali Senyum dan Kebersamaan Keluarga

    Hangatkan Hati Warga Nduga, Polwan Ops Damai Cartenz-2026 Bangun Kedekatan Melalui Aksi Humanis

    • By admin
    • Juni 16, 2026
    • 14 views
    Hangatkan Hati Warga Nduga, Polwan Ops Damai Cartenz-2026 Bangun Kedekatan Melalui Aksi Humanis

    Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Kapolres Bengkulu Utara Nobar Piala Dunia Bersama Masyarakat

    • By admin
    • Juni 16, 2026
    • 15 views
    Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Kapolres Bengkulu Utara Nobar Piala Dunia Bersama Masyarakat