ARGA MAKMUR – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Purwodadi dan Gudang Bulog Arga Makmur pada Rabu pagi (11/02/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan stok bahan pokok di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, S.E, M.A.P, didampingi Ketua DPRD Bengkulu Utara, Kapolres Bengkulu Utara AKBP Bakti Kautsar Ali, S.Sos., S.I.K., M.H, perwakilan Dandim 0423/BU, serta unsur Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Arga Makmur.
Bupati Arie Septia Adinata menyampaikan bahwa sidak ini merupakan upaya preventif pemerintah untuk memantau fluktuasi harga kebutuhan dasar seperti beras, minyak goreng, daging, hingga komoditas sayur-mayur. “Kami ingin memastikan ketersediaan bahan pangan tetap aman dan harga di tingkat pedagang tetap stabil sehingga daya beli masyarakat terjaga,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kapolres Bengkulu Utara AKBP Bakti Kautsar Ali menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus mengawal jalur distribusi pangan untuk mengantisipasi adanya praktik penimbunan atau gangguan kamtibmas lainnya.
”Polres Bengkulu Utara bersama instansi terkait berkomitmen menciptakan situasi ekonomi yang kondusif. Dari hasil pantauan hari ini, stok bahan pokok di pasar masih mencukupi dan terpantau lancar,” jelas Kapolres.
Setelah memantau aktivitas di Pasar Purwodadi, rombongan bergerak menuju Gudang Bulog Arga Makmur. Dalam kunjungan tersebut, diketahui stok beras yang tersimpan mencapai 1.300 ton. Jumlah ini dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara, bahkan status gudang saat ini dilaporkan dalam kondisi kapasitas maksimal (overload).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.15 WIB ini berakhir pada pukul 09.20 WIB dengan situasi yang aman dan kondusif. Sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum diharapkan dapat terus berlanjut guna memberikan rasa aman bagi warga terkait pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari.

