ARGA MAKMUR – Polres Bengkulu Utara kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kestabilan kebutuhan pokok masyarakat, khususnya beras, melalui pemantauan rutin di berbagai titik distribusi. Hingga Selasa (4/2/2026), situasi harga serta ketersediaan beras di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara dipastikan masih aman dan berada dalam kondisi terkendali.
Pemantauan ini dilakukan oleh Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Bengkulu Utara dengan menyisir sejumlah pasar tradisional serta gudang penyimpanan distributor beras di Kecamatan Arga Makmur. Dalam kegiatan tersebut, petugas memeriksa kesesuaian harga dengan regulasi yang berlaku sekaligus memastikan stok tetap tersedia untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat.
Kanit Tipidter Satreskrim Polres Bengkulu Utara, IPDA Derik Dwi Saputra, S.H., menjelaskan bahwa sejauh ini tidak ditemukan adanya lonjakan harga maupun indikasi kelangkaan beras.
“Dari hasil pengawasan yang kami lakukan, harga beras terpantau stabil dan distribusinya berjalan normal. Pedagang maupun distributor masih memiliki stok yang memadai,” ujarnya.
Adapun harga beras yang berhasil dihimpun dari lapangan yaitu:
Beras SPHP: sekitar Rp12.500/kg
Beras medium: sekitar Rp13.500/kg
Beras premium: kurang lebih Rp14.900/kg
Selain memonitor harga, petugas juga mengecek ketersediaan stok untuk mengantisipasi gangguan distribusi serta mencegah praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat. Dari hasil pengecekan menyeluruh, kondisi persediaan beras di Kabupaten Bengkulu Utara dinilai aman untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek.
IPDA Derik menegaskan bahwa Polres Bengkulu Utara akan terus meningkatkan intensitas pengawasan serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait demi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.
“Upaya ini merupakan bentuk perlindungan kami kepada masyarakat agar tetap mendapatkan kebutuhan pokok dengan mudah dan terhindar dari praktik curang,” tutupnya.

